Keterkaitan Tindakan Suami Dengan Fenomena Postpartum Depression Pada Ibu Pasca Kelahiran

Authors

  • Alya Salwatul Aisy Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Author
  • Nova Lusiana, M.Keb Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Author

DOI:

https://doi.org/10.62527/jakia.2.2.63

Keywords:

Postpartum Depression, Tindakan Suami, Dukungan Suami, Ibu Nifas, Edinburgh Postnatal Depression Scale, Husband Support, Husband Involvement, Postpartum Mothers

Abstract

Postpartum depression (PPD) merupakan gangguan kesehatan mental yang sering tidak terdiagnosis pada ibu setelah melahirkan, dengan prevalensi mencapai 50% pada populasi urban Indonesia (Sukesi et al., 2026) dan 18,6% di Kabupaten Buleleng (Pratiwi et al., 2025). Tindakan suami mencakup dukungan emosional, instrumental, informatif, kualitas pernikahan, hingga keterlibatan aktif dalam perawatan pasca salin merupakan faktor protektif yang paling konsisten terhadap PPD. Systematic Literature Review (SLR) ini menyintesis temuan dari 17 artikel (2016–2026) yang diperoleh melalui penelusuran di Google Scholar, PubMed, Garuda, DOAJ, dan Jurnal Ipteks Terapan, menggunakan diagram alir PRISMA sebagai kerangka seleksi. Dari 248 rekam awal, 17 studi memenuhi kriteria inklusi. Sintesis menunjukkan bahwa ketidakpuasan pernikahan adalah prediktor PPD yang lebih kuat dibandingkan maternity blues (Kızıldemir et al., 2026); dukungan emosional suami adalah dimensi yang paling konsisten berpengaruh pada 14 dari 17 studi (Pebryatie et al., 2022); edukasi suami terbukti menurunkan skor EPDS dari 13,4 menjadi 7,1 (Putri, 2025); dan absennya pendampingan suami saat sectio caesarea darurat meningkatkan risiko PPD (Amelia, 2016).

Postpartum depression (PPD) is a mental health disorder frequently undiagnosed in postpartum mothers, with a prevalence reaching 50% in urban Indonesia (Sukesi et al., 2026) and 18.6% in Buleleng Regency (Pratiwi et al., 2025). Husband's actions encompassing emotional support, instrumental support, informational support, marital quality, and active involvement in postpartum care constitute the most consistent protective factor against PPD. This Systematic Literature Review (SLR) synthesizes findings from 17 articles (2016–2026) retrieved through searches across Google Scholar, PubMed, Garuda, DOAJ, and Jurnal Ipteks Terapan, using the PRISMA flowchart as a selection framework. Of 248 initial records, 17 studies met all inclusion criteria. The synthesis demonstrates that marital dissatisfaction is a stronger predictor of PPD than maternity blues (Kızıldemir et al., 2026); emotional support from husbands is the most consistently influential dimension evident in 14 of 17 studies (Pebryatie et al., 2022); and husband education interventions demonstrably reduced EPDS scores from 13.4 to 7.1 (Putri, 2025). The absence of husband support during emergency cesarean section was also found to increase the risk of PPD and trauma (Amelia, 2016).

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-07-01

How to Cite

Keterkaitan Tindakan Suami Dengan Fenomena Postpartum Depression Pada Ibu Pasca Kelahiran. (2026). JAKIA : Jurnal Kesehatan Ibu Dan Anak, 2(2), 238-246. https://doi.org/10.62527/jakia.2.2.63