PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN GIZI MENGGUNAKAN MEDIA BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PARIT KABUPATEN PASAMAN BARAT TAHUN 2024
DOI:
https://doi.org/10.62527/jakia.1.3.53Keywords:
Media, Booklet, Pengetahuan, Gizi masa nifasAbstract
Kebutuhan gizi ibu nifas lebih banyak, karena selain untuk pembentukan Air Susu Ibu (ASI) dalam proses menyusui, gizi juga berguna dalam proses pemulihan kondisi setelah melahirkan. Sayangnya, masih banyaknya mitos-mitos tentang nutrisi di Indonesia yang dapat menimbulkan masalah bagi kesehatan ibu nifas yang merupakan akibat kurangnya pengetahuan ibu serta jarangnya mendapat penyuluhan kesehatan terkait kebutuhan gizi pada masa nifas. Tujuan dilakukan penelitian mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan gizi menggunakan media booklet terhadap pengetahuan ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Parit Kabupaten Pasaman Barat. Metode penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian ini menggunakan desain quasy eksperimen dengan rancangan penelitian one grup pretest posttest design. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Jumlah sampel 41 orang ibu nifas usia 3-10 hari. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dengan item 20 Pertanyaan. Uji normalitas data menggunakan Uji Shapiro Wilk. Pengelolaan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Paired sample T- test. Hasil analisis univariat didapatkan rata-rata pengetahuan sebelum diberikan media Booklet sebanyak 9,56%, setelah diberikan media Booklet 13,93%. Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh peningkatan skor pengetahuan ibu nifas yang diberikan media Booklet dengan p value = 0,000 < dari 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya pengaruh pendidikan kesehatan gizi menggunakan media booklet terhadap pengetahuan ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Parit Kabupaten Pasaman Barat. Saran pada penelitian ini diharapkan Ibu lebih aktif mengikuti kegiatan penyuluhan kesehatan yang diadakan petugas kesehatan,serta mencari informasi kesehatan melalui berbagai media seperti internet sehingga kebutuhan gizi ibu selama masa nifas dapat terpenuhi.





